Ia menambahkan, program edukasi keuangan secara luas juga perlu dioptimalkan agar masyarakat lebih bijak dan memahami risiko penggunaan layanan kredit konsumtif seperti paylater.
“Dan yang tidak kalah penting itu perlindungan hukum bagi konsumen dari praktik pinjaman online yang tidak transparan dan memberatkan. Lalu saya kira juga perlu adanya stimulus dan program pemberdayaan ekonomi rakyat agar daya beli masyarakat kembali stabil dan seimbang dengan kebutuhan hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut Erma menegaskan, stabilitas ekonomi tidak hanya soal angka makro, tapi juga bagaimana kesejahteraan masyarakat di lapisan terbawah bisa terjaga.
“Jadi salam konteks ini saya harap Pemerintah harus segera turun tangan dengan kebijakan yang responsif agar masalah ini tidak menjadi krisis sosial di masa depan,” pungkasnya.















