JAKARTA-Kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat sorotan DPR, terutama dalam penanggulangan wabah Covid-19. Sorotan tersebut terkait masalah transparansi laporan kelangkaan Alat Perlindungan Diri (APD).
Anggota Fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid mengatakan pihaknya bingung dengan apa yang disampaikan Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo terkait transparansi data wabah Covid-19. Agus mengakui masih banyak data yang ditutupi BNPB karena masih banyak kendala di lapangan.
Menurut Wachid, BNPB seharusnya transparan soal data dan memperkuat koordinasi di internal BNPB agar data yang disajikan kepada masyarakat dapat dipercaya. Namun demikian dia mengapresiasi kinerja BNPB secara umum yang telah menunjukkan prestasi dengan dilakukannya pembagian 195.000 alat perlindungan diri (APD) ke daerah-daerah.
“Soal transparansi data dan koordinasi yang lemah ini perlu mendapat perhatian. BNPB tidak mengeluarkan data yang sebenarnya itu berbahaya,” ujar Wachid dalam acara Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Ketua BNPB, Doni Monardo dan jajarannya secara virtual, Senin (6/4/2020).
Menurut Wachid, selain ingin tahu sejauh mana koordinasi di internal BNPB, pihaknya juga meminta kepada pemerintah agar Indonesia untuk sementara tidak mengekspor dulu APD ke negara lain. Alasannya, kebutuhan APD di dalam negeri masih kurang meski BNPB telah membagi-bagikan APD ke daerah-daerah.














