“Catatan ketujuh adalah kemudahan akses informasi. Termasuk akses informasi ketika ada kecelakaan. Supaya mudik lebaran ini menjadi mudik bersama, dan tanggung jawab bersama. Ketika ada masalah bisa mudah diselesaikan,” tandas Huda.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) juga memberikan catatan terhadap persiapan mudik lebaran.
Ketua MTI Tory Damantoro menyampaikan tiga masukan. Pertama, soal manajemen transportasi.
Yaitu, manajemen pola pergerakan, pola transportasi, dan manajemen pola lalu lintas.
Tory juga menyarankan kepada PKB agar tidak ada kader atau konstituen PKB yang melakukan mudik menggunakan motor. Khususnya, mudik yang jarak tempuhnya lebih dari satu jam.
Selama ini, banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan.
MTI juga menyinggung terkait efisiensi anggaran negara. Jika dilakukan efisiensi, maka akan ada anggaran yang berkurang. Tentu itu akan menjadi ujian bagi pemerintah.
Khususnya, ujian pada kemampuan sistem dalam memberikan pelayanan.
“Ini ujian kemampuan sistem dalam memberikan pelayanan. Ketika demand tinggi, akan kelihatan boroknya. Biasanya ada penambahan anggaran,” tandas Tory













