-
Kesadaran bahwa pemilu bukan pasar.
-
Kesadaran bahwa suara bukan barang dagangan.
-
Kesadaran bahwa wakil rakyat seharusnya dipilih karena integritas, bukan isi amplop.
Scroll untuk lanjutkan membaca. -
“Bubarkan DPR”, Kenapa Tidak?
Pada akhirnya, seruan “Bubarkan DPR” sejatinya bukanlah ajakan literal untuk meniadakan lembaga perwakilan rakyat. Ia adalah teriakan protes keras terhadap sistem politik yang membusuk. Sebuah jeritan frustrasi rakyat yang muak dengan wakil rakyat yang tidak lagi mewakili.
Secara hukum, DPR memang tidak bisa dibubarkan. Tetapi di hati rakyat, lembaga itu sudah lama bubar.
Karena yang kita butuhkan hari ini bukan sekadar reformasi prosedural, melainkan revolusi kesadaran. Ketika rakyat berhenti menjual suara, menolak diperjualbelikan, dan berani menuntut integritas, maka DPR dalam bentuknya yang korup akan runtuh dengan sendirinya.
Dan pada hari itu, kita akan memiliki DPR baru: bukan hanya kuat di atas kertas, tetapi juga kokoh di hati rakyat.
Opini oleh:
Marcel Gual, S.Fil, M.Ikom
Kabid Media dan Publikasi DPP GRIB Jaya













