PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAA (Double A) untuk obligasi DSSA, sedangkan sukuk di level idAAsy (Double A Syariah).
Manajemen DSSA menunjuk enam penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.
Perlu diketahui, penawaran umum dilakukan hari ini dan penjatahan pada 22 November 2024, pendistribusian surat utang secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 26 November 2024 dan pencatatan obligasi maupun sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) diagendakan pada 28 November 2024.
Rencananya, sebesar 41,7 persen dari dana penerbitan surat utang —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk membayar sebagian pokok dan bunga pinjaman bank. Sebesar 19,1 persen untuk pemberian pinjaman kepada SMSD yang selanjutnya akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada KMG.
Berikutnya, sebesar 17,1 persen akan digunakan untuk ekspansi bisnis penyediaan jasa internet entitas anak IMU, yaitu EMR, yang seluruhnya akan disalurkan DSSA melalui pemberian pinjaman kepada DSST yang kemudian akan disalurkan kembali melalui penyertaan modal ke IMU.















