“Ini juga mencerminkan komitmen yang tinggi Bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran beliau langsung yang cukup sering (ke Indonesia Timur) untuk memastikan seluruh proyek infrastruktur bisa betul-betul diselesaikan” kata Sri Mulyani.
Penataan Kawasan Dermaga Tawiri berupa pembangunan Dermaga TNI AL yang dilengkapi kantor, gudang senjata, pos jaga, dan klinik. Anggaran pembangunan sebesar Rp 121 miliar yang bersumber dari SBSN tahun 2017-2018. Pembangunan dikerjakan oleh Kontraktor PT. Brantas Abipraya dengan konsultan PT. Yodya Karya.
Pembangunan Dermaga Tawiri beserta sarana dan prasarana penunjang lainnya untuk melayani sandar kapal tonase besar milik TNI AL yang tidak bisa melintas dibawah Jembatan Merah Putih.
Pada tahun 2018, penataan ditambah dengan pembangunan Mess bagi Perwira, Tamtama dan Bintara yang dilengkapi furnitur dengan anggaran total Rp 20,1 miliar dengan kontraktor PT. Adhidaya Evaniatama.
Penataan kawasan Dermaga Tawiri dilanjutkan tahun 2019 dimana akan dilakukan penataan lansekap dan dibangun dock seluas 48.155 m2, kawasan mangrove seluas 17.264 m2 dan fasilitas umum seperti monumen, masjid, gereja Protestan dan gereja Katolik. Biaya pembangunan diperkirakan sebesar Rp 30,6 miliar.














