JAKARTA-Tiga orang Papua asli (OPA) kecewa setelah pengaduan mereka kepada Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta ditolak, Kamis (1/2/2018). Mereka sempat diterima Nunsius Apostolik atau Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Yang Mulia Piero Pioppo, hanya sekitar lima menit. “Itu pun tanpa mau mendengarkan pengaduan kami. Alasannya sibuk,” kata Philipus V. Woersok, tokoh umat yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Paroki St. Arnoldus Janssen-Malanu di Kota Sorong mengutip laman rmol.co di Jakarta, Jumat (2/2/2018).
Philipus V. Woersok datang ke Kedubes Vatikan di Jalan Medan Merdeka Timur sejak pagi bersama Hubertus Manep (tokoh umat dan Kepala Suku Merauke di Sorong) dan Semuel Bless (tokoh umat dari Kabupaten Maybrat). “Saya membawa aspirasi umat Katolik Keuskupan Sorong-Manokwari terkait masalah penanganan kasus pelecehan seksual dan ketidakwajaran manajemen keuangan keuskupan,” ujar Philipus V. Woersok.
“Malah sudah terjadi kekerasan serta ancaman pembunuhan terhadap pastor di lingkungan Keuskupan Sorong-Manokwari. Kasusnya sudah di kepolisian dan berkasnya sudah siap dilimpahkan ke kejaksaan,” tambahnya. “Saya mita uskup Sorong-Manokwari diganti,” tambagnya
Birgitta Elna, pegiat perempuan di Papua menyatakan, tujuan tiga wakil umat Katolik dari Keuskupan Sorong-Manokwari itu sangat mulia. Namun mereka sangat kecewa dengan alasan birokratis dan hierarkis dari Kedubes Vatikan. “Kalau yang bermasalah keuskupan masa mereka harus mengadu dulu ke keuskupan,” kata Elna yang juga konsultan hukum dari Noken Solutions.













