JAKARTA-Pemikiran anti neokolonialisme dan neoliberalisme atau nekolim dari Bung Karno masih relevan untuk digunakan dalam menghadapi peperangan modern. Bung Karno mengajarkan agar pemerintahan di sebuah merdeka dan berdaulat mengembangkan sistem politik, ekonomi dan budaya yang independen dan bebas dari kepentingan asing.
Hal ini disampaikan Dutabesar Republik Bolivar Venezuela, Gladys F. Urbaneja Duran, dalam pertemuan dengan pendiri Universitas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri, di Jalan Jati Padang Raya, Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/2).
Dubes Duran mengatakan kunjungan ke kediaman Rachmawati itu dilakukan sebagai tanda penghormatan terhadap Rachmawati yang menurutnya konsisten menjalankan ajaran Bung Karno. “Situasi global yang kita hadapi tentu berbeda dengan situasi global yang dihadapi Bung Karno dan tokoh-tokoh nasionalis lain pada masa itu. Tetapi justru karena peperangan sekarang menggunakan wajah yang berbeda dan kaki tangan (proxy war) saya rasa ajaran Bung Karno sangat relevan,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Dubes Duran didampingi Sekretris Kedua Kedubes Venezuela Julio Cesar Aray Nardella, sementara Rachma didampingi Wakil Rektor UBK Teguh Santosa.














