Dubes Duran juga mengatakan, hal lain yang dia kagumi dari Bung Karno adalah tekad kuat Bung Karno dalam memperjuangkan terbentuknya persatuan di kalangan negara-negara yang baru merdeka pada era 1950an. “Kami rasa, kami perlu belajar kembali dari Bung Karno cara menjalin persatuan di antara negara-negara yang kini menghadapi ancaman dari luar yang tak kecil,” ujarnya lagi.
Di sisi lain Dubes Duran mengatakan bahwa Venezuela juga memiliki pengalaman dalam menyatukan negeri-negeri terjajah dan mendorong perjuangan bersama sehingga lepas dari cengkeraman penjajah.
Adalah Simon Bolivar (1783-1830) yang berjuang memimpin pergerakan kemerdekaan negeri-negeri Amerika Latin. Namum setelah Bolivar meninggal dunia, negeri yang dia merdekakan terpecah menjadi Bolivia, Ekuador, Kolumbia, Panama, Peru dan Venezuela.
Dubes Duran pun menyampaikan keinginannya mengundang Rachma sebagai salah seorang pembicara ke KTT Gerakan Non Blok yang direncanakan di Caracas bulan Juli tahun ini. Dia berharap Rachma kembali menggelorakan semangat persatuan di kalangan negara-negara berkembang.
Sementara Rachmawati mengatakan, struktur politik dan ekonomi global saat ini pada dasarnya masih menghasilkan dua kelompok negara, yakni negara yang melakukan penindasan dengan berbagai cara, dan negara-negara yang dieksploitasi. “Sayangnya, kesadaran akan kepentingan nasional di kalangan elite politik yang lemah malah melahirkan kaum komprador yang mempermudah nekolim berkuasa,” demikian Rachma.














