JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong implementasi keuangan berkelanjutan dan perdagangan karbon dengan menjadi salah satu penyelenggara Asean Climate Forum (ACF) 2026 pada Rabu (11/2/2026) di Main Hall BEI.
Forum yang diinisiasi oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM) ini terselenggara dengan dukungan BEI, Kadin Indonesia, dan Equatorise Advisory. ACF 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga setelah forum serupa dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024 lalu.
Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, ACF merupakan forum diskusi dan dialog yang bertujuan memfasilitasi transisi energi yang berkeadilan, investasi berbasis iklim, serta penguatan ekosistem pasar karbon dan keuangan berkelanjutan. Melalui forum ini, diharapkan dapat tercipta penyelarasan kebijakan, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan percepatan implementasi proyek-proyek iklim di tingkat nasional maupun kawasan.
ACF 2026 turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transisi Energi dan Transformasi Air Malaysia YAB Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Republik Indonesia Hasan Fawzi.














