Joko menjelaskan, teknologi RCC memungkinkan percepatan konstruksi dan efisiensi material, dengan inovasi pengecoran beton tanpa slump menggunakan fly ash dan semen rendah, yang dipadatkan dengan vibro roller.
Joko mengatakan, banyak manfaat strategis dari hadirnya bendungan Cibeet ini. Antara lain mendukung irigasi seluas 8.837 hektar, meningkatkan indeks pertanaman dari 100% menjadi 300%. Selain itu, juga menyediakan pasokan air baku sebesar 3.770 liter/detik bagi Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi, serta kawasan industri. Bahkan, lanjut Joko, dengan adanya bendungan ini adalah mereduksi debit banjir hingga 66% di hilir Sungai Citarum.
Dari sisi ketahanan energy, lanjut Joko, bendungan ini direncanakan menghasilkan listrik dari dua sumber terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (0,25 MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (110 MW) dengan memanfaatkan area genangan.
Sementara inovasi teknologi dalam proyek ini adalah penggunaan Drone LiDAR untuk pemetaan topografi presisi tinggi. Selain itu terdapat aplikasi teknologi RCC untuk efisiensi struktur dan percepatan konstruksi.














