Per 31 Desember 2019, total aset DUTI tercatat Rp13,79 triliun dengan nilai kas dan setara kas sebesar Rp3,03 triliun.
Adapun jumlah ekuitas perseroan per 31 Desember 2019 meningkat Rp1,18 triliun dibanding 2018, sehingga menjadi Rp10,59 triliun.
“Kami berkomitmen untuk melanjutkan proyek-proyek yang telah berjalan dan akan berinovasi untuk menghadirkan produk-produk baru yang dibutuhkan pasar. Kami terus mengusung konsep smart digital living yang memudahkan para konsumen dalam menjalankan kehidupan seharihari. Kami juga terus mengembangkan proyek berkonsep Transit Oriented Development yang semakin dibutuhkan masyarakat,” papar Teky.
Teky mengungkapkan, pada tahun ini DUTI menargetkam marketing sales sebesar Rp1,5 triliun dengan kontributor utama, yaitu Apartment Southgate di TB Simatupang Jakarta, Kota Wisata dan Grand Wisata.
“Perusahaan juga menyadari dampak signifikan dari pandemi Covid 19. Kami akan terus memitigasi risiko dari pelemahan global dengan melakukan penargetan pasar yang lebih spesifik dan pengendalian biaya yang lebih agresif, serta terus melaksanakan manajemen risiko yang baik dan memastikan bahwa tetap memenuhi kewajiban,” tuturnya













