JAKARTA-Asosiasi pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Priok mendesak seluruh instansi yang berkepentingan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu merealisasikan percepatan pelayanan barang di Pelabuhan Tanjung Priok atau dwelling time hingga bisa menjadi rata-rata kurang dari empat hari, dari saat ini masih mencapai rata-rata 5,8 hari.
Sekjen Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Achmada Ridwan Tento mengatakan, percepatan pelayanan barang di pelabuhan Priok menjadi mutlak untuk mendorong pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan pengumpul atau Hub. “Pelayanannya mulai dari pre clrearance sampai dengan post clearance mesti dipercepat lagi. Soal infrastruktur di luar pelabuhan khususnya akses juga masih menjadi kendala serius. Semua itu mesti diperbaiki agar Priok bisa benar-benar jadi Hub,” ujarnya saat dialog Kemaritiman dan Penyegaran Wartawan Kepelabuhanan bertema ‘Pelabuhan Tanjung Priok dan Harapan Pelaku Usaha’, yang diselenggarakan Forum Jurnalis Pelabuhan (FORJAP) Tanjung Priok, di Jakarta, baru-baru ini.
Ridwan mengatakan potensi pasar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Hub sangat besar mengingat populasi penduduk Indonesia yang semakin besar yang sudah tentu menjadi tujuan ekspor bagi negara-negara produsen untuk memasarkan produk mereka. “Hal ini bisa dilihat saat ini throuput Pelabuhan Priok sudah bisa mencapai lebih dari 6 juta TEUs,” ujarnya.














