Dia menyebutkan, potensi pasar lainnya yang paling menarik adalah besarnya ekspor hasil buni, pertambangan serta beberapa sektor industri yang berbasis di Indonesia mengingat negara ini merupakan negara kepulauan yang membutuhkan pemusatan di dalam konsolidasi ekspor.
Ridwan mengatakan, sedangkan untuk pasar internasional jika Priok menjadi Hub yakni produk industri otomotif dan elektronik yang berasal dari negara-negara Asia Timur dan India, serta Australia dan New Zealand yang merupakan maestro di dalam produksi ternak beserta turunannya.
Karena itu, ungkap Ridwan, menjadikan Priok sebagau Hub diperlukan persiapan yang harus dilakukan al; penataan dan revitalisasi pelabuhan Tanjung Priok, Elektronosasi dan otomasi gate secara keseluruhan, menggencarkan sistem kerja 24/7 dan menghilangkan pungutan lia (pungli).
General Manager Pelabuhan Tanjung Priok, Ari Henryanto mengatakan percepatan layanan di Pelabuhan bukan semata-mata karena modernisasi alat semata tepai perlu kesadaran semua pihak untuk bersinergi. “SDM dan soft infrastruktur memang perlu di tingkatkan. Sedangkan soal penataan lahan pelabuhan akan terus kami lakukan untuk menambah kapasitas tampung pelabuhan Priok,” ujarnya.
Pelabuhan Tanjung Priok, kata dia, justru akan mendukung dan membantu para pengguna jasa pelabuhan Priok yang belum melakukan sinkronisasi sistem informasi dan tehnologi (IT) dengan sistem IT di Pelabuhan. “Kita akan batu kalau ada pelaku usaha yang belum sinkron IT-nya dengan yang kami operasikan,” paparnya.














