Setengah jam kemudian, Dyah Roro berpindah ke lantai dua.
Di sana ia kembali membaur bersama siswa-siswa berkebutuhan khusus dari tingkatan SMP.
Kelas tampak lebih tertib.
Beberapa anak penderita autisme asik mencoba menyuap santapannya menggunakan sendok.
Meski terlihat sulit, tak ada nasi atau lauk yang tumpah.
Dyah Roro tersenyum bahagia sembari bertepuk tangan mengakhiri makan bersama.
Tercatat ada 197 siswa yang terdiri dari 98 anak tingkat SD, 59 anak tingkat SMP, dan 50 anak tingkat SMA.
Mereka diasuh oleh 41 orang guru.
Dia menjelaskan siswa sasaran Program MBG di SLB yang memiliki kekhususan.
Dia memastikan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menempatkan satu ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
Mereka bertugas mendeteksi kebutuhan-kebutuhan khusus di setiap satuan pelayanan untuk memastikan program berjalan optimal.
Turut mendampingi Wamendag dari Kantor Komunikasi Kepresidenan tampak Deputi II Noudhy Valdryno dan Juru Bicara Phillips J. Vermonte.
“Presiden Prabowo menaruh perhatian yang sangat besar terhadap anak-anak, karena masa depan negara ini ada di tangan mereka,” kata Phillips.
Menurutnya, Presiden mempertajam target program quick win tahun ini agar lebih meluas dan menyasar ke semua kelompok anak sekolah, termasuk anak berkebutuhan khusus.














