JAKARTA-Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di dalam negeri tak mendapat para pengusaha dan pemerintah. Padahal EBT bisa memperkuat ketahanan energi nasional.“Mestinya, jangan mengandalkan sumber energi fosil saja. Selama ini penggunaan energi fosil terlalu dimanja,” kata anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/1/2020)
Politisi PDIP ini mengkritik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai tidak serius mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Padahal ketersediaan sumber daya alam (SDA) ini sangat melimpah dan tak ada habis-habisnya.
“EBT tidak berkembang signifikan, dari dulu segitu-segitu saja, sekitar 12,7%. ESDM dan BUMN tidak serius mengelola energi ini,” tambahnya.
Padahal, kata anggota FPDIP, pengembangan energi panas bumi (geothermal) sudah banyak yang mau investasi. Begitupun dengan energi surya, mestinya bisa digarap lebih maju lagi ke depan.
Menurut Nyoman, roadmap pengembangan EBT ke depan perlu diperjelas lagi. Sehingga investor menjadi lebih tertarik lagi.
“Ini soal kebiasaan saja, ibaratnya biasa bangun jam 10.00 pagi, disuruh bangun jam 05.00, ya memang kalang kabut jadinya,” ungkapnya.
Legislator dari Dapil Bali ini menjelaskan EBT itu sumbernya sangat banyak. Apalagi sebagai negeri beriklim tropis, Indonesia memiliki ketersediaan sinar surya yang sangat cukup.“Begitupun dengan sungai dan gunung yang mampu menghasilkan air terjun untuk Hydro power,” terangnya.













