Dia menegaskan, politisasi SARA sangat berbahaya bagi perkembangan demokrasi maupun proses politik di Indonesia.
Isu SARA ini memang pemantik yang kecil. Tetapi dia menjadi besar jika terjadi pembiaran oleh penyelenggara pemilu.
“Kalau sampai isu SARA ini terus menjalar, saya kira ini kesalahan KPU DKI Jakarta.
Dia menjelaskan, jika KPU DKI Jakarta tidak mengambil sikap terkait maraknya kampanye bernuansa SARA maka tuduhan KPU DKI Jakarta bersikap tidak netral terbukti.
“Saya berharap, KPU DKI Jakarta bisa menunjukan taringnya sebagai lembaga penyelenggara pilgub di DKI Jakarta kredibel,” pintanya.
Edison meminta KPU DKI Jakarta menjaga marwah pestas demokrasi rakyat Jakarta ini. Sebab, pilgub DKI Jakarta merupakan etasale Indonesia yang juga merupakan cerminan demokrasi di Indonesia.
Hal ini sebuah eksperimen politik yang baik sehingga wajib hukumnya pilgub DKI Jakarta sukses.
“Saya minta KPU DKI Jakarta berbenah diri. Kalau mereka tidak mau berbenah diri, saya curiga, mereka punya agenda terselebung di pilgub DKI ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Edison yang jga Wakil Ketua Forum Pemuda NTTberharap pilgub DKI Jakarta ini berlangsung baik.
Sebab, proses politik yang terjadi di Jakarta menjadi pertaruhan bangsa Indonesia.













