Lebih lanjut, Untung mengajak para pelajar untuk aktif dalam menegakkan HAM. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai HAM, pelajar dapat membentuk pribadi yang adil, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang sehat.
Ia juga mendorong siswa untuk berani menolak segala bentuk bullying dan diskriminasi, karena menghormati HAM adalah tanggung jawab bersama.
Sebagai penutup, Untung mengajak siswa menjadi agen perubahan HAM dengan cara menumbuhkan solidaritas, peduli terhadap ketidakadilan, serta menggunakan media sosial secara positif.
Pada kesempatan ini, ia turut memperkenalkan Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta HAM (Koppeta HAM) sebagai wadah generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran dan membangun budaya HAM sejak dini.














