JAKARTA – Perekonomian Indonesia dinilai tetap tangguh di tengah tekanan global hingga Kuartal II-2025.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi nasional di 2025 mampu menembus kisaran 5 persen.
Menurut Direktur BMRI, Ari Rizaldi dalam siaran pers yang dikutip Jumat (29/8), industri perbankan masih menunjukkan peran intermediasi yang kuat.
Hingga Juli 2025, penyaluran kredit tumbuh 7,03 persen (year on year), Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7 persen (y-o-y). Kondisi ini menjaga rasio loan to deposit (LDR) di level 86,5 persen.
Ari mengatakan, pihaknya terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.
“Kredit wholesale Bank Mandiri tumbuh 15,8 persen (y-o-y) hingga Mei 2025, jauh di atas rata-rata industri 8,43 persen (y-o-y) Segmen KPR juga naik 14,2 persen (y-o-y), sedangkan ritel tumbuh 8,95 persen,” ujar Ari.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) hanya 1,06 persen secara bank only, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri.
Sementara itu, Chief Economist BMRI, Andry Asmoro mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,12 persen (y-o-y) pada Kuartal II-2025, lebih tinggi dibandingkan 4,87% pada kuartal sebelumnya.














