Sektor pengolahan yang merupakan sektor dengan proporsi terbesar di ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,13% yoy pada triwulan 1 2024 (VSÂ 4,07% yoy pada triwulan sebelumnya).
Berikut, sektor industri manufaktur yang tumbuh tinggi adalah sektor yang terkait program hilirisasi (industri pengolahan logam dasar) dan yang berorientasi pasar domestik (misalnya, kimia, farmasi, makanan dan minuman).
Sementara itu, sektor industri manufatur berorientasi ekspor mengalami tekanan seperti, produk tektil dan furniture.
Secara umum, harga-harga komoditas memang terkoreksi namun level harga yang terbentuk masih menguntungkan.
Strategi perusahaan di sektor komoditas, seperti CPO, karet, batubara dan nikel adalah melakukan efisiensi agar margin keuntungan tidak turun dan bertahan di tengah volatilitas harga yang tinggi.
Di sisi lain, pelemahan kondisi ekonomi global mulai berimbas pada komponen investasi dan neraca perdagangan.
Pertumbuhan investasi pada triwulan I masih cenderung lambat, yang terutama masih diakibatkan masih rendahnya investasi non-bangunan.
Kinerja neraca perdagangan masih mencatatkan surplus, meski dengan nilai yang terus menurun.












