JAKARTA-Presiden Joko Widodo menjelaskan, ekonomi digital global tumbuh 2 kali lipat dari kurun 2000-2016 dan tumbuh 2,5 kali lipat dibandingkan pendapatan (PDB) dunia. Ini artinya, peluang di sini besar, dengan asumsi diperkirakan di 2025 ekonomi digital akan mencapai USD23 triliun.
“Silakan hitung sendiri jumlahnya total berapa berarti, USD23 triliun dirupiahkan itu akan setara dengan 24,3% PDB dunia, besar sekali,” tegas Presiden.
Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlu diperbanyak inkubator dan akselerator, karena startup-startup tersebut memang membutuhkan itu. Ia juga mengingatkan, ekosistem yang harus digarap tidak hanya di online tetapi juga di offline.
“Dua-duanya ini harus berkolaborasi, enggak bisa hanya urusan yang online saja, enggak bisa,” tutur Presiden.
Presiden Jokowi memberi contoh, minggu lalu dirinya bertemu dengan para pelaku usaha mikro dan usaha supermikro di kampung, yang menjual pisang goreng, makaroni, dan nasi uduk.
Problemnya, menurut Presiden, pemasaran produknya hanya dilakukan di rumah, di gerobak di depan rumah. Mereka tidak membangun brand dan tidak memiliki kemasan yang baik.
“Hal-hal seperti ini juga harus ada yang ngerjain, offline-nya ada yang ngerjain. Bagaimana membuat sebuah packaging yang baik, kemasan yang baik, kemudian ditempel dengan brand yang bagus juga, harus mulai kita giring ke sana,” ujar Presiden Jokowi.














