Menurut Presiden, generasi muda harus mulai membangunkan brand yang simpel dan mudah diingat untuk mereka. Produk industri rumah tangga dan usaha kecil mikro ini, lanjut Presiden, sudah bagus, hanya perlu sedikit sentuhan.
“Tapi siapa yang menyentuh mereka? Pemerintah enggak mungkin, enggak punya kemampuan untuk itu. Ini harus orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat, yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand, yang memiliki pengetahuan bagaimana mengemas sebuah produk, sehingga ada value di situ, ada nilai yang lebih di situ,” ujar Presiden.
Presiden Jokowi menilai, ini adalah pekerjaan anak-anak muda yang sudah terjun ke digital startup, untuk menggabung ekosistem online dengan offline.
“Ekosistem online memang harus sambung dengan ekosistem offline, disambung. Jadi Saudara-saudara akan mendapat pahala besar, selain untungnya besar juga, karena meningkatkan taraf hidup, usaha-usaha rumah tangga melonjak, memiliki brand, memiliki kemasan, dan bisa masuk, syukur-syukur bisa masuk ke global marketplace,” ucap Presiden.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menkominfo Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Wesley Harjono (CFO Gan Kapital dan President Director Plug and Play Indonesia).














