JAKARTA-Kondisi ekonomi global dunia saat ini mengalami krisis yang cukup serius. Bahkan stagnasi ekonomi ini terparah dalam tiga abad terakhir. Dampak buruk dari resisi ekonomi dunia itu terlihat secara menyeluruh di berbagai negara, mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, China, Rusia, sampai negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan, ekonomi Indonesia sulit diselamatkan.
Badai ekonomi masih melanda sejumlah kawasan di belahan dunia. –Memburuknya situasi global ini membuat International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menjadi 3,4%, turun 0,2% dari prediksi sebelumnya pada Oktober 2015 lalu.
Pengaruh krisis juga sangat dirasakan negara-negara produsen minyak dunia seperti Arab Saudi, Venezuela, Iran, dan Negara-negara Teluk.
Pengaruh buruk resisi ekonomi ini itu terlihat jelas pada penurunan harga bahan bakar industri seperti minyak mentah dunia dan batubara, harga bahan baku industri seperti karet, penurunan harga emas, gangguan serius pada pasar modal, penurunan pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus, PHK di mana-mana, tingkat pendapatan masyarakat menurun, dan harga kebutuhan pokok yang meningkat. “Situasi yang dihadapi bangsa ini semakin suram. Awan mendung telah menutupi pemerintahan ini sejak semula dan tidak ada tanda tanda akan terbit mentari,” ujar Kepala Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno (UBK), Salamuddin Daeng.
Keterpurukan ekonomi Indonesia sudah terlihat sejak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkuasa. Persolan yang melanda ekonomi Indonesia secara bertubi-tubi dating silih berganti.













