“Sudah cukup kami membangun insfrastruktur yang menjadi prasyarat bagi perekonomian, bagi pembangunan. Artinya tidak akan jadi prioritas lagi. Fokusnya sekarang di manusia, maka saya sebut people based development (pembangunan yang berfokus pada manusia_red),” ujarnya.
Prastowo menjelaskan APBN 2018 menjadi titik tolak people based development. Karena pertama kali APBN 2019 berparas humanis atau APBN yang mengedepankan aspek-aspek kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan formal (LPDP, bidik misi) diperbanyak penerimanya supaya lebih banyak SDM yang lebih berkualitas.
Begitu juga dengan pendidikan vokasi (pendidikan keterampilan) sekarang juga diperkuat.
“APBN juga menyediakan anggaran insentif Rp 17 Triliun untuk riset dan pendidikan vokasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Prastowo menyoal kebijakan ekonomi Jokowi Ma’aruf Amin ke dalam 3 poin penting.
Pertama, ada perubahan orientasi di program Jokowi-Ma’aruf berfokus pada sumberdaya manusia.
Kedua, indikator ekonomi semakin membaik.
Dan Ketiga, program ekonomi Jokowi sudah separuh jalan maka lebih baik dituntaskan. Karena proyeksi-proyeksi Jokowi -Ma’aruf adalah sesuatu yang bisa dilakukan dan terukur.
Dimana pembangunan infrastruktur akan bisa dirasakan lebih optimal.














