Sejalan dengan Prastowo, Agung Pambudi juga mengatakan apa yang digambarkan dalam 9 misi Jokowi-Amin tidak lagi menawarkan mimpi tetapi menawarkan sesuatu yang realistis. Bahkan visi-misanya bisa dikerjakan dalam 5 tahun ke depan dengan indikator-indikator yang terukur.
Dia prioritas program perekonomian Jokowi-Ma’aruf sudah memenuhi kebutuhan tantangan ke depan.
Bahkan sudah mulai ada pergeseran dengan munculnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah-daerah. Terutama karena penyaluran Dana Desa yang dilakukan pemerintah dengan benar.
Diawali dengan membangun institusinya sehingga akuntabilitasnya jelas, membangun fasilitas infrastruktur dasar dan melakukan aktivitas ekonomi positif yang dengan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di desa,” urainya.
Agung menambahkan agar program ekonomi ini dikelola dengan benar dengan melibatkan orang-orang yang tepat.
“Tak hanya itu, juga melibatkan berbagai pihak/golongan, di dalam kantor staf presiden serta membuat tim untuk melakukan fungsi ‘Devil advocate’ ke Presiden agar agenda-agenda dari janji politik bisa berjalan dengan baik,” sarannya.
Sementara itu, Koordinator Jaringan Nasional Duta Jokowi, Joanes Jokod mengatakan bahwa yang dilakukan Jokowi selama periode pertama bila dilihat sangat beresiko secara politis karena lebih banyak melakukan pembangunan di luar pulau Jawa.














