ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Ekonomi Politik Ekspor-Impor: Dari Benur Hingga Hortikultura

gatti Reporter : gatti
31 Des 2020, 2 : 22 PM
2.9k 221
0
Jasmerah merupakan pesan yang masih sangat relevan sampai saat ini. Karena para elit bangsa Indonesia cenderung meninggalkan sejarah. Melupakan sejarah.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Dr Anthony Budiawan

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Juga perlu dipelajari, berapa besar populasi benur saat ini, dan 5 tahun ke depan? Berapa banyak benur yang diperlukan untuk budidaya lobster?

Apakah ada surplus benur? Kalau ada, apakah produksi lobster dapat ditingkatkan? Apakah jumlah nelayan budidaya atau eksportir lobster dapat ditingkatkan? Kalau produksi lobster meningkat, apa dampaknya terhadap harga lobster domestik atau internasional.

Kalau setelah dipelajari dan kesimpulannya adalah membuka kran ekspor benur, maka mekanisme ekspor sebaiknya menggunakan instrumen tarif.

BacaJuga :

Warning! Tiga Lembaga Rating Beri Outlook Negatif

Amelia Anggraini Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Geopolitik Penutupan Selat Hormuz

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Nilai tarif bisa dihitung agar biaya produksi lobster di negara importir nantinya akan lebih tinggi dari Indonesia. Sehingga lobster Indonesia tetap lebih kompetitif. Atau pemerintah juga bisa memberi insentif perpajakan kepada budidaya lobster agar produksi domestik meningkat.

Kalau populasi benur sudah cukup langka, tarif ekspor bisa dikenakan tinggi sekali sehingga tidak ada pembeli di luar negeri. Kebijakan ini menghapus rente ekonomi yang dinikmati oleh para penguasa dan segelintir pengusaha.

Begitu juga dengan izin kuota impor produk hortikultura. Kebijakan ini sebaiknya dihilangkan dan diganti dengan tarif.

Kalau produk impor tersebut tidak ada saingan produksi dalam negeri, seperti bawang putih atau bawang bombay, maka tidak perlu dikenakan tarif impor. Alias nol persen.

Kalau ada saingan produk dalam negeri, maka produk impor tersebut bisa dikenakan tarif sebagai proteksi.

Terutama kalau produk dalam negeri kurang kompetitif seperti tepung cassava, beras, beras ketan, dan banyak lainnya.

Dalam batas tertentu, proteksi perdagangan terkait bahan pangan bisa dimaklumi di dunia internasional (WTO).

Selain itu, negara produsen asal impor juga harus dibuka seluas-luasnya agar terjadi persaingan antar negara produsen. Dengan harapan harga internasional dapat turun.

Misalnya, impor bawang putih boleh dari China, India, Taiwan, Spanyol, atau lainnya. Pemerintah hanya mengeluarkan regulasi tentang keamanan produk, harus bebas bakteri atau hama, dan semacam itu. Titik.

Jumlah importir juga harus dibuka sebanyak-banyaknya agar tidak terjadi penguasaan pasar (monopoli atau kartel) oleh segelintir pemodal kuat yang bisa membuat harga jual di konsumen melonjak.

Semakin banyak importir maka pasar bekerja semakin efisien. Dijamin importir hanya bisa mendapatkan keuntungan normal saja.

Kalau sudah seperti ini, maka pengusaha besar yang tadinya menguasai pasar pasti tidak tertarik lagi. Sehingga kue ekonomi impor akan beralih dari segelintir pengusaha besar tersebut ke banyak pengusaha menengah kecil.

Oleh karena itu, pembagian izin kuota impor, RIPH dan SPI, untuk hortikultura hanya menimbulkan rente ekonomi.

Kebijakan ini salah total. Hanya menguntungkan sekelompok kecil penguasa dan pengusaha yang dekat dengan penguasa. Tetapi merugikan semua pihak lainnya, khususnya konsumen karena harganya menjadi lebih tinggi.

Sudah waktunya kita memberantas semua kebijakan yang menimbulkan rente ekonomi.

Penulis adalah Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta

Halaman :
Sebelumnya12
Tags: Anthony BudiawanBenurhortikulturaPolitical Economy and Policy StudiesPolitik Ekspor-ImporWTO
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

VIVA Siap Restrukturisasi Utang Melalui Refinancing Berdenominasi Rupiah

Berita Selanjutnya

Kunjungi PLTU Suralaya, Menteri Arifin Pastikan Pasokan Listrik Jawa – Bali Aman Selama Nataru

Berita Terkait

Semester I-2024, PANI Bukukan Marketing Sales Rp3,3 Triliun
PROPERTI

Pendapatan dan Laba PIK2 (PANI) Tumbuh di Atas 50% pada 2025

5 Mar 2026, 7 : 59 PM
Listing di BEI, Bangun Kosambi Sukses Siap Kembangkan CBD PIK2 dan NICE
PROPERTI

Bangun Kosambi (CBDK) Bukukan Laba Rp1,36 Triliun pada 2025, Naik 32,2%

5 Mar 2026, 7 : 51 PM
Kholid PKS Dukung Pengesahan RUU Perampasan Aset
Makroekonomi

Warning! Tiga Lembaga Rating Beri Outlook Negatif

5 Mar 2026, 6 : 10 PM
Amelia Anggraini Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Geopolitik Penutupan Selat Hormuz
Makroekonomi

Amelia Anggraini Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Geopolitik Penutupan Selat Hormuz

5 Mar 2026, 12 : 00 PM
TRIN Tetapkan Harga Pelaksanaan Rights Issue Rp900 Per Saham
PROPERTI

Triniti Dinamik dan Perumdam Tirta Tarum Karawang Teken Perjanjian Penyediaan Air Bersih

5 Mar 2026, 11 : 30 AM
Jababeka (KIJA) Bidik Marketing Sales Rp3,75 Triliun pada 2026
PROPERTI

Jababeka (KIJA) Bidik Marketing Sales Rp3,75 Triliun pada 2026

4 Mar 2026, 9 : 23 PM
Berita Selanjutnya
PLTU SURALAYA

Kunjungi PLTU Suralaya, Menteri Arifin Pastikan Pasokan Listrik Jawa - Bali Aman Selama Nataru

KPK Harus Umumkan Nama Penyelidik dan Penyidik Yang Kehilangan Kewenangan

Pasca FPI Diharamkan, Petrus: Rizieq Shihab Cs Harus Dituntut Secara Pidana

Bidik Investasi, Kemenperin Terbitkan Regulasi Kawasan Peruntukan Industri

UU Cipta Kerja Dorong Sektor Industri Berlari Kencang Pasca Pandemi

Berita Populer

  • Turnamen MASTA CUP 1 Se-Jabodetabek Siap Digelar: 24 Tim Bersaing, Wali Kota Hadir Langsung!

    Turnamen MASTA CUP 1 Se-Jabodetabek Siap Digelar: 24 Tim Bersaing, Wali Kota Hadir Langsung!

    3247 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Turun 1,60%, IHSG Sesi I Dekati 8.100 Terimbas BBCA, BMRI, TLKM, UNVR dan ASII

    3247 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3558 shares
    Share 1423 Tweet 890
  • Ray Rangkuti: Pilpres 2029 Pertarungan Gibran dan Sjafrie untuk Damping Prabowo

    3238 shares
    Share 1295 Tweet 810
  • ENRG Sepakati Kontrak Afiliasi Sebesar USD13,08 Juta

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809

Opini

Rugikan Negara Rp5,3 Miliar, Wajib Pajak Dipenjara

Dari Ajakan Berdoa, Pendeta Sepuh Ini Malah Terancam Penjara

5 Mar 2026, 10 : 37 PM
Danamon Tawarkan Program #Ramadhan Lebih Berkah

Danamon Tawarkan Program #Ramadhan Lebih Berkah

5 Mar 2026, 9 : 39 PM
Penerapan HGBT Dukung Capaian Pertumbuhan Ekonomi 8%

Antisipasi Dampak Konflik Iran VS Israel–AS, Pemerintah Perkuat Ketahanan Industri Nasional

5 Mar 2026, 8 : 31 PM
Semarak Ramadan, Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

Semarak Ramadan, Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

5 Mar 2026, 8 : 06 PM
Fundamental Solid, Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh 15,62% pada Januari 2026

Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

5 Mar 2026, 7 : 59 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.