Dia meyakini, baik Gereja Keuskupan Ruteng maupun pemerintah punya niat dan keinginan baik untuk membantu masyarakat.
“Saya punya keyakinan, bahwa pemerintah memang sedang punya keberpihakan pada kita di Indonesia Timur utamanya NTT karena banyak proyek strategis dikerjakan di sana dalam pemerintahan ini. Dan tentu saja Keuskupan Ruteng saya yakini punya misi mulia untuk membantu masyarakat. Masa iya Gereja mencelakakan umatnya sendiri? Itu sangat tidak mungkin,” tegasnya.
Namun demikian, dia meminta agar dalam proses sosialisasi proyek, masyarakat dipastikan dilibatkan secara baik.
“Ajak mereka terlibat penuh, transparansi juga sangat penting soal proyek ini, lalu penting juga memastikan Keberlangsungan kehidupan mereka akan jadi lebih baik. Ini namanya akomodasi sosial sehingga agenda pembangunan yang masuk tidak lalu menjadi asing bagi mereka tetapi mereka menjadi bagian yang justru tidak terpisahkan,” tukas Romanus.
Pada kesempatan yang sama Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Marthin Chen menegaskan rekomendasi yang dikeluarkan oleh keuskupan Ruteng untuk melanjutkan proyek geothermal Waesano merupakan hasil kajian yang sangat lama sebagai jawaban atas keberatan masyarakat setempat dan penjelasan dari pemerintah.














