Sebelumnya, berdasarkan data Ditjen PEN Kemendag, total ekspor furnitur Indonesia selama periode Januari-Mei 2016 bernilai USD 716,7 juta atau menurun 5,9% dibandingkan periode yang sama pada 2015 yang mencapai USD 758,7 juta.
Keputusan Inggris untuk berpisah dari Uni Eropa (Brexit) dapat berimbas negatif, mengingat Inggris merupakan negara tujuan ekspor furnitur terbesar Indonesia di pasar Uni Eropa (UE). “Produsen furnitur di dalam negeri harus mampu meningkatkan daya saing dan menambah pasar di negara Eropa lainnya,” ujarnya.













