Lebih lanjut Mendag menjelaskan, negara mitra dagang yang menyumbang surplus nonmigas terbesar pada bulan Juli 2014 adalah India, Amerika Serikat, Filipina, Belanda, dan Pakistan. Kelima negara mitra dagang tersebut menyumbang surplus sebesar USD 2,2miliar.
“Perdagangan dengan India dan Amerika Serikat menyumbang surplus nonmigas terbesar,” ungkapnya.
Sementara perdagangan nonmigas dengan Jepang, Korea Selatan, Thailand, RRT, dan Argentina menyebabkan defisit terbesar.
Secara total defisit neraca perdagangan nonmigas dengan lima negara tersebut mencapai USD 1,7 miliar.
Secara kumulatif, jelasnya neraca perdagangan selama Januari-Juli 2014 defisit USD 1 miliar, lebih baik dibanding periode yang sama di 2013 yang mengalami defisit USD 5,6 miliar.
Defisit neraca perdagangan tersebut dipicu oleh surplus nonmigas sebesar USD 6,7 miliar, dan defisit migas sebesar USD 7,7 miliar.
Dia menegaskan, kinerja ekspor Juli 2014 menurun sebesar 8,0% (MoM) menjadi USD 14,2 miliar, yang disebabkan oleh turunnya ekspor migas sebesar 8,6% menjadi USD 2,5 miliar, dan turunnya ekspor nonmigas sebesar7,9% menjadi USD 11,6 miliar.
Penurunan ekspor nonmigas dipicu oleh melemahnya ekspor seluruh sektor, kecuali pertambangan yang sedikit meningkat sebesar 0,7% dengan mencatat nilai sebesar USD 1,8 miliar.














