Sementara itu, tiga negara terbesar yang menjadi tujuan ekspor nonmigas Indonesia secara berurutan yaitu Cina (US$1,52 miliar), Amerika Serikat (US$1,27), dan Jepang (US$1,24 miliar), berkontribusi mencapai 32,03 persen selama bulan Maret 2014. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai US$1,32 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2014 mengalami kenaikan sebesar 3,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, begitupula dengan ekspor hasil pertanian yang naik sebesar 4,87 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya mengalami penurunan sebesar 24,19 persen.
Adapun nilai impor Maret 2014 mencapai US$ 14,54 miliar, mengalami kenaikan sebesar 5,42 persen dibandingkan bulan lalu dan mengalami penurunan 2,34 persen dibanding Maret 2013. Untuk Impor nonmigas, pada Maret 2014 mencapai US$10,53 miliar atau naik sebesar 1,94 persen dibanding Februari 2014, dan turun sebesar 4,01 persen jika dibandingkan dengan Maret 2013. Sementara itu, Impor migas mencapai US$4,01 miliar atau naik 15,83 persen dibanding Februari 2014, dan naik sebesar 2,61 persen dibandinglam dengan Maret 2013.
Secara kumulatif nilai impor Indonesia selama bulan Januari-Maret 2014 mencapai US$43,25 miliar, turun 5,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kumulatif nilai impor tersebut terdiri dari impor migas sebesar US$11,01 miliar (turun 4,33 persen) dan impor nonmigas sebesar US$32,23 miliar (turun 5,58 persen).












