JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Maret 2025 mengalami surplus US$4,33 miliar. Surplus yang diperoleh dari transaksi perdagangan sektor nonmigas sebenarnya lebih tinggi, yakni US$6 miliar, namun tereduksi oleh defisit perdagangan sektor migas US$1,67 miliar.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia selama Januari-Maret 2025 mencapai US$66,62 miliar, naik 6,93% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas mencapai US$62,98 miliar, naik 7,84% dari periode yang sama tahun 2024.
Menurut data BPS, dikutip Selasa (22/4/2025), pada Maret 2025 neraca perdagangan barang Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$4,33 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya, tetapi lebih rendah dibandingkan surplus Maret 2024.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia (Januari-Maret 2025) mencapai US$10,92 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 59 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Menurut data BPS, nilai ekspor Indonesia Maret 2025 mencapai US$23,25 miliar atau naik 5,95% dibandingkan dengan ekspor Februari 2025. Sementara itu, dibandingkan dengan Maret 2024 nilai ekspor naik sebesar 3,16%.











