Ekspor nonmigas Maret 2025 mencapai US$21,80 miliar, naik 4,71% dibandingkan dengan Februari 2025 dan naik 2,56% jika dibandingkan dengan ekspor nonmigas Maret 2024.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Maret 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah bijih logam, terak, dan abu sebesar US$573,6 juta (4.154,80%). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar US$147,1 juta (20,58%).
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Maret 2025 naik 16,75% dibanding periode yang sama tahun 2024, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 43,09%, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 29,50%.
Ekspor nonmigas Maret 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,20 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,63 miliar, dan India US$1,41 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,37%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,16 miliar dan US$1,73 miliar.
Sementara itu, nilai impor Indonesia Maret 2025 mencapai US$18,92 miliar, naik 0,38% dibandingkan dengan Februari 2025 dan naik 5,34 persen dibandingkan dengan Maret 2024.












