JAKARTA – Nilai ekspor Indonesia Mei 2014 mencapai US$14,83 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen dibanding ekspor April 2014 sebesar US$14.29 miliar.
Peningkatan ekspor Mei 2014 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 6,95 persen dari US$11.64 Miliar menjadi US$12.44 Miliar , sedangkan ekspor migas turun sebesar 10,40 persen, yaitu dari US$2.65 Miliar menjadi US$2.37 Miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengatakan penurunan ekspor migas disebabkanoleh menurunnya ekspor hasil minyak sebesar 24,95 persen menjadi US$302,3 juta dan ekspor gas sebesar 18,00 persen menjadi US$1.303,5 juta, sementara ekspor minyak mentah meningkat sebesar 16,84 persen menjadi US$769,9 juta.
Volume ekspor migas Mei 2014 terhadap April 2014 untuk hasil minyak dan gas turun masing-masing sebesar 16,66 persen dan 13,75 persen, sebaliknya minyak mentah naik sebesar 17,65 persen.
“Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia turun dari US$106,44 per barel pada April 2014 menjadi US$106,20 per barel pada Mei 2014,” jelasnya di Jakarta, Selasa (1/7).
Secara kumulatif katanya nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2014 mencapai US$73,42 miliar atau menurun 3,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$60,52 miliar atau menurun 3,61 persen.












