Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2014 terhadap April 2014 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$817,1 juta (72,97 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$64,9 juta (15,78 persen).
Ekspor nonmigas ke Tiongkok Mei 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1,44 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,29 miliar dan Jepang US$1,16 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,28 persen.
Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,41 miliar.
Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Mei 2014 naik sebesar 2,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 1,98 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 27,75 persen.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januariï€Maret 2014 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$6,86 miliar (15,49 persen), diikuti Riau sebesar US$6,78 miliar (15,31 persen) dan Jawa Barat sebesar U$6,58 miliar (14,85 persen).
“Ekspor Indonesia pada Mei 2014 mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen dibanding April 2014, yaitu dari US$14.292,5 juta menjadi US$14.825,3 juta. Bila dibandingkan dengan Mei 2013, ekspor mengalami penurunan sebesar 8,11 persen,” pungkasnya.












