Selain Singapura, kenaikan signifikan juga dicatat Amerika Serikat, India, Myanmar, Nigeria, Mesir, Brunei Darussalam, Vietnam dan Ghana yang mengalami kenaikan antara US$ 32 juta sampai US$ 157 juta.
Produk ekspor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar, kata Gita, terlihat pada pakaian jadi, alas kaki dan kapal laut. Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengekspor produk-produk bernilai tambah mulai menunjukkan hasil.
Sementara itu kinerja ekspor Indonesia yang selama periode Januari-April 2013 mencapai US$ 60,1 miliar atau turun 7,1% year on year, menurut Gita dipicu oleh belum membaiknya harga beberapa komoditas ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional.
“Beberapa produk Indonesia yang mengalami fenomena serupa antara lain sawit, karet dan produknya, mesin, batu bara, produk kimia, kertas, dan barang-barang rajutan,” pungkasnya.













