Naiknya elektabilitas Risma maupun Sandiaga ini tentu dipengaruhi oleh munculnya beberapa relawan pendukung, deklarasi dukungan untuk nama-nama tersebut, maupun kegiatan pra kampanye untuk mensosialisasikan mereka.
Sedangkan untuk elektabilitas 4 tokoh, Ahok menempati posisi pertama dengan persentase 48.2 persen, disusul oleh Risma diposisi kedua (26.5 persen), Sandiaga (9.2 persen), dan Yusril (7 persen).
Sementara itu masih untuk elektabilitas 4 tokoh, posisi Ahok juga masih menduduki peringkat pertama dengan persentase 53.2 persen, dan posisi kedua ditempati oleh Sandiaga Uno dengan persentase 18 persen, Djarot di posisi ketiga dengan persentase 5.5 persen dan Anies Baswedan dengan persentase 4.8 persen.
Untuk elektabilitas 3 tokoh, apabila Ahok, Risma dan Sandiaga Uno bertarung di Pilkada DKI 2017, Ahok untuk sementara masih mengungguli elektabilitas 3 tokoh tersebut dengan persentase 50.2 persen, kemudian Risma (27,2 persen) dan Sandi (11.5 persen).
Demikian juga saat Aho head to head dengan Yusril persentasenya menurun dibanding bulan Juni lalu yaitu dari 61 persen menjadi 56.2 persen. “Begitupula saat head to head dengan Risma dan Sandiaga,” urainya.
Sementara itu, untuk persentase Risma dan Sandiaga sedikit meningkat dibanding Ahok. Ini menunjukkan bahwa gerakan relawan pendukung Risma dan Sandiag berperan dalam mendongrak elektabilitas mereka,” pungkasnya.













