Selain itu dia melihat kilang-kilang besar banyak yang tidak jalan selama Pertamina di bawah kepemimpinan Elia.
Dia juga menilai Pertamina tidak kompak dengan pemerintah dalam menjalan kebijakan di sektor BBM.
“Saya melihat memang itu tidak kompak. Seharusnya Pertamina diberi tugas oleh negara harusnya dijalankan walaupun punya beban banyak tapi untuk rakyat harus di jalankan. Tapi Massa Manik kelihatannya seperti setengah hati, merasa terbebani, mengurangi keuntungan Pertamina,” ungkapnya.
Ditempat terpisah, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menegaskan pemberhentian Elia Massa Manik diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina.
“Pemberhentian ada lima yang diberhentikan. Dirut, Direktur Mega Proyek, Direktur Pengolahan, Direktur Aset, dan satu lagi Direktur Pemasaran Korporat,” ucapnya
Selanjutnya, Nicke dipilih menjadi Plt Direktur Utama Pertamina.
“Untuk sementara Plt Dirut sekaligus Direktur SDM adalah ibu Nicke,” ujar Harry. ***














