Dari sisi riset, Elnusa meresmikan Laboratorium Cementing & Stimulasi Modern di Indramayu sebagai pusat riset dan pengembangan formula slurry untuk berbagai karakteristik lapangan migas di Indonesia berstandar internasional.
“Elnusa juga berencana untuk menjajaki optimalisasi sumur-sumur tua dan marginal dalam upaya unlocking sumber daya energi domestik melalui jasa teknologi yg dimiliki oleh Elnusa,” ungkapnya.
Tidak hanya di hulu migas, Elnusa juga mengembangkan keunggulan di logistik dalam membantu distribusi energi ke seluruh pelosok. Melalui anak usahanya PT Elnusa Petrofin (EPN), Elnusa membangun lebih dari 200 titik layanan operasional di seluruh Indonesia, meliputi logistik energi, kimia industri, manajemen bahan bakar, dan fuel trading, menciptakan lebih dari 15.000 lapangan kerja di seluruh Indonesia.
Kinerja segmen penjualan barang dan jasa serta distribusi dan logistik energi mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025 dengan peningkatan mencapai sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transportasi energi tumbuh 29% dari 15,5 juta KL menjadi 19,99 juta KL, diikuti pengelolaan depo BBM sebesar 3,29 juta KL.
Penyaluran BBM industri juga tumbuh pesat sebesar 57% dari 87,1 ribu KL menjadi 137,28 ribu KL, sementara produksi chemical tumbuh 39% dari 170,1 ribu drum menjadi 236,56 ribu drum. Selain itu, Elnusa juga mencatat ekspansi pada layanan pelumas dan fuel retail.














