Sedangkan Lapangan MSTA di Wilayah Kerja Malacca Strait menjadi lebih ekonomis setelah dilakukan integrasi dengan Lapangan MSTB. Keberhasilan Lapangan MSTA akan dilanjutkan dengan penambahan titik sumur baru dengan potensi produksi awal minyak melebihi 750 BOPD dengan total investasi mencapai US$30 juta.
Selanjutnya, papar Syailendra, lapangan Wasambo di Wilayah Kerja Sengkang, EMP telah melakukan upaya komersialisasi dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak ketiga untuk menjajaki penjualan gas sebesar 70 mmscfd selama 5 tahun.
“Ini termasuk peluang lain terkait kebutuhan gas untuk pasokan sistem ketenagalistrikan yang selama ini merupakan backbone dari penjualan gas di wilayah Sulawesi Selatan,”katanya.
Selain itu, demikian Syailendra, EMP juga aktif melakukan kegiatan pemboran eksplorasi di lapangan Sallobulo dan East Walanga untuk mencari cadangan baru yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan energi di Sulawesi Selatan.
Saat ini, menurut Syailendra, EMP sedang melakukan kajian reaktivasi lapangan minyak dan gas bumi dan potensi temuan minyak dan gas bumi yang belum dikembangkan (undeveloped discovery) di wilayah-wilayah kerja EMP dengan harapan memberikan potensi tambahan produksi dan cadangan.













