“Kami mendapatkan temuan gas di tempat (gas in place) sekitar 126 miliar kaki kubik. EMP akan melakukan aktivitas eksplorasi dan pengembangan blok KKS WK Bentu secara aktif dalam rangka meningkatkan jumlah cadangan dan produksi,” katanya.
Manajemen Perseroan yakin bahwa peningkatan produksi yang diharapkan dari penemuan ini akan mendukung inisiatif Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional serta berkontribusi terhadap tujuan negara untuk mencapai kemandirian energi.
Sebagai catatan, KKS WK Bentu terletak di Riau, Sumatra. Wilayah Kerja Bentu memiliki aset utama berupa gas, dengan cadangan dan sumber daya kontingen sebesar 375,6 miliar kaki kubik gas per 1 Januari 2025. KKS WK Bentu juga menargetkan produksi 93 juta kaki kubik gas per hari pada 2025.
Hingga kuartal I 2025, ENRG membukukan penjualan bersih sebesar US$117,04 juta, tumbuh 20,31% dari US$97,27 juta pada periode sama 2024. Dari penjualan tersebut, Perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,95 juta pada kuartal I 2025, naik tipis 1,63% jika dibandingkan US$17,66 juta pada kuartal I 2024.
Total aset ENRG per Maret 2025 sebesar US$1,58 miliar, naik 0,04% dari US$1,58 miliar per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2025, masing-masing US$909,04 juta dan US$674,87 juta.














