Oleh:Irma Suryani Chaniago
Saya minta maaf jika dinyatakan berlebihan ketika mengatakan Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ingin Indonesia berubah.
Berubah dari apa ? Berubah dari politik praktis ke politik etis untuk supporting internal.
Yang saya maksud internal disini tentu adalah semua partai politik yang berada dalam satu barisan dan semua orang yang berada didalam satu kabinet.
Pernyataan diatas bukan berarti partai partai politik berikut politisi dan semua yang berada dalam kabinet tidak boleh menggunakan politik praktis.
Namun sebaiknya propaganda dan kritik destruktif terhadap sesama partai koalisi dan sesama anggota kabinet diubah menjadi politik koordinasi, tabayun dan kritik konstruktif.
Karena kontrol tersebut nawaitunya harus untuk “menjaga pemerintah dan presiden yang didukung “ bukan untuk menjatuhkan apa lagi untuk membunuh karakter sesama “teman” koalisi hanya untuk sekedar mendapatkan “sesuatu”
Pikiran-pikiran konstruktif Erick Thohir sebaiknya dimaknai secara positif terkait pernyataan “ BUMN dimasa yang akan datang sebaiknya tidak lagi *MEMBEBANI* APBN tetapi dalam operasional nya kinerja seluruh pekerja di BUMN cukup hanya diberi imbalan jasa dari 1% Deviden.













