Menurut Hemat saya sebagai aktivis buruh, keinginan Erick tersebut didasari fakta bahwa selama ini BUMN hanya dijadikan SAPI PERAH partai partai yang berkuasa dan bancakan oknum-oknum penguasa.
Jadi menurut saya justru langkah Erick tersebut adalah “pengejawantahan” dari revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden.
Oleh karena itu memang pernyataan Erick bukan pernyataan main-main.
Dan harus di pahami, Erick adalah “pembantu” Presiden.
Jadi apapun yang dilakukan Erick tentu akan dikonsultasikan lebih dulu pada presiden untuk mendapatkan persetujuan.
Dan semua yang Erick lakukan selalu atas “perintah” dan “persetujuan” Presiden.
Jawaban dari pertanyaan “ mengapa Erick hanya ingin dapat 1% deviden dalam pengelolaan BUMN ? “
Tidak lain karena Erick tertantang dan menantang semua direksi BUMN untuk berprestasi dan mendapatkan hasil sesuai kinerjanya.
Karena selama ini direksi yang perusahaannya merugi tetap mendapatkan gaji sama besar dengan perusahaan yang untung.
Selain itu selama ini di BUMN tidak ada program punisment, yang ada hanya Reward ( tantiem dan bonus ).
Dan ini tampak, ketika ada perusahaan yang rugi, direksi yang bersangkutan tidak diberi sanksi, paling-paling dipindah ke BUMN lain, kecuali yang tersangkut tindak pidana korupsi.













