Nah hal inilah yang kemudian dirasa Erick tidak Adil dan tidak memiliki pertanggungjawaban moral, bukannya diberhentikan karena tidak cakap malah diberi tempat lain kadang dengan posisi yang lebih baik.
Sehingga, dengan pikiran konstruktif dan bertanggung jawab Erick ingin semua pekerja BUMN bekerja dengan imbalan yang sesuai dengan kinerjanya.
Tidak hanya bekerja biasa-biasa saja spt kata presiden, Erick ingin BUMN bekerja luar biasa.
Apakah ini mimpi ? Tentu ini hanya akan menjadi mimpi jika ini hanya sebatas angan angan, tidak ditindaklanjuti dengan langkah kongkrit.
Apakah mudah melakukannya? Tentu tidak, bahkan sulit ! Karena pasti akan banyak oknum oknum yang selama ini berada di zona nyaman akan terganggu, bahkan mungkin ada partai partai politik yang selama ini selalu menguasai posisi BUMN merasa terancam.
Terus terang, saya pribadi pernah merasa, kenapa ada relawan yang bekerja mati matian untuk kemenangan Jokowi-Makruf tidak mendapat tempat yang bagus bahkan tidak mendapat posisi sebagai komisaris atau apapun di BUMN. Namun setelah saya pelajari strategy dan pikiran l-pikiran konstruktif pemerintah saat ini, saya menjadi faham, bahwa strategy “ the right man in the right place adalah jawaban dari usaha keras beliau dalam melakukan perubahan untuk menjadikan BUMN ber AHLAK dalam melaksanakan pekerjaan nya, mensejahterakan pekerja sekaligus mendapatkan penghasilan yang bagus untuk pemerintah, dengan demikian BUMN betul betul dapat berfungsi sesuai debgan konstistusi menjadi kepanjangan tangan pemerintah dengan mengelola aset aset pemerintah dimana hasilnya sebesar besarnya dipergunakan untuk mensejahterakan rakyar Indonesia.













