Bahkan ketika para caleg mempertanyakan, ungkap Fahri alasannya untuk menghindari kasus yang terjadi seperti diriya. Pada hal tidak bisa seperti itu, mengingat pejabat publik seperti dirinya ini dipilih rakyat.
“Nggak boleh mandatnya kemudian diserahkan kepada partai. Partai itu hanya mencalonkan, dan yang dicalonkan partai itu ada yang dipilih rakyat dan ada yang tidak dipilih rakyat. Setelah dipilih rakyat, maka dia mendapat mandat dari rakyat. Jadi tidak bisa partai menarik begitu saja,” tegasnya.
Kedua, lanjut Fahri, semua kader disuruh menandatangani kesetiaan ulang. Hal ini pun menjadi pertanyaan, sehingga mereka memilih kabur dari partai.
“Padahal, partai itu memperluas basis. Nah ini kerjanya mecat-mecatin orang. Ya nggak lolos lah. berat kalau kerjanya mecat-mecatin orang. Meskipun saya percaya bahwa Pak Prabowo menang, karena arus bawah. Tapi PKS itu berat untuk menang,” tutup Fahri Hamzah.














