Fahri juga mengimbau agar penambahan kuota diutamakan kepada para calon haji yang berusia lanjut sehingga ibadah 1 kali seumur hidup ini bisa mereka laksanakan. Bagkan, kalau bisa antrean jemaah Indonesia yang sudah lansia diselesaikan dahulu. “Kalau ada yang umur 90 tahun, kita prioritaskan semua, kemudian umur 80 dan seterusnya atau kalau setorannya sudah cukup yah kita prioritaskan saja langsung,” imbaunya.
Jika setorannya belum selesai pun, namun sudah memberikan uang muka, Badan Pengelola Keuangan Haji menurut Fahri harusnya tetap bisa memberangkatkan, selama mereka ada yang menjamin.















