JAKARTA-Masyarakat mendesak pemerintah bersikap tegas membatasi impor produk dari China karena impor tersebut dapat mematikan produsen lokal. “Meminta pemerintah meninjau ulang perjanjian perdagangan bebas dengan China (ASEAN China Free Trade Agreement/ACFTA), mengingat Indonesia mengalami kerugian,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (20/6/2017).
Selain itu, kata Fahri, DPR juga meminta pemerintah untuk bisa lebih tegas dan mengubah orientasi kerja sama Indonesia dengan Cina. Apalagi kerjasama selama ini cenderung timpang (sebagian besar produk ekspor Indonesia ke Cina adalah produk mentah. “Sementara Cina mengekspor bahan jadi yang nilai tambahnya lebih besar ke Indonesia),” ujarnya.
Lebih jauh Fahri meminta komitmen pemerintah untuk menerapkan kewajiban industri nasional untuk menyerap 30 persen serapan produk lokal dan lebih banyak memberikan insentif kepada produsen lokal agar bisa bersaing dengan produk dari Cina.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemdag) mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan China mengalamai defisit. Kemudian disusul dengan negara Thailand, Australia, Perancis dan Korea Selatan. Defisit perdagangan dari lima negara ini terjadi di perdagangan nonmigas yang mencapai US$ 3,2 miliar.














