Dia pun mengaku bingung dan tidak tahu bagaimana cara pemerintah melakukan koreksi terhadap belanja yang un-plane ini. Sebab dari awal yang buat Sri Mulyani selaku menteri keuangan, tetapi kenapa kaget? “Tapi kan dia (Sri Mulyani) jadi menteri udah lama. Mestinya, kalau ada kekeliruan belanja infrastruktur dari awal omongin dong jangan diem-diem rakyat dibebani. DPR juga nggak diajak ngomong,” katanya.
Fahri lebih cenderung infrastruktur jual saja atau diprivatisasi saja ketimbang membebankan rakyat seperti sekarang ini. Misalnya setelah bangun tol, kemudian jual. Jangan janjinya mau bangun infrastruktur, tapi rakyat dibikin menangis.
“Udah jual aja infrastruktur dah kadung. Kasih aja swasta. Kayak monorail mangkrak apa si penjelasannya. Itu kan speed Pemda Jakarta terhadap monorail. Itu kan sederhana jual aja. Ada asset 300 miliar tendang aja kesitu. Ingat, membuat rakyat susah itu berbahaya,” pungkasnya. ***














