JAKARTA-Pemerintah mengungkapkan ekspor Indonesia ke Singapura terus mengalami tren penurunan. Padahal selama puluhan tahun, Singapura menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. Bahkan selalu masuk 5 negara tujuan ekspor non migas terbesar Indonesia. “Singapura turun sekali, tapi justru kita tidak risau. Dari tahun 2005 sampai tahun 2017 ketergantungan ekspor non migas kita ke Singapura terus berkurang,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan Muhri Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Menurut Kasan, Singapura memegang porsi sekitar 15% pada 2005 dari total ekspor non migas Indonesia. Namun pada 2016 dan semester I-2017, persentasenya melorot hanya sekitar 6% dari total ekspor non migas Indonesia.
Lebih jauh kata Kasan, penurunan ekspor ke Singapura tersebut sebenarnya justru kabar baik bagi Indonesia. Turunnya ekspor ke negara tetangga tersebut terjadi karena ekspor langsung Indonesia (direct call) tanpa lewat Singapura (transit) semakin bertambah. “Ini bagus, kaitannya dengan fungsi infrastruktur pelabuhan kita yang semakin diperbaharui,” ujarnya.
Seperti Tanjung Priok diperluas sehingga kapal-kapal besar bisa masuk, mengurangi transit feeder Jakarta-Singapura, atau direct export jauh lebih besar, ini sesuatu yang positif.













