Ia menyimpulkan, kasus bencana di Sumatera saat ini menunjukkan bahwa kekuatan bisnis terus diuntungkan di balik izin-izin kebun, yang semakin kaya di tengah masyarakat yang menderita.
Untuk perbaikan mendasar, Febri merekomendasikan komitmen pimpinan di level tertinggi sebagai starting point, diikuti dengan upaya menghentikan perumusan regulasi yang bersifat abstrak hukum.
Selain itu, penanganan korupsi sebaiknya berbasis dampak, yang secara langsung dirasakan masyarakat, dan tidak sekadar fokus pada kuantitas kasus.
Terakhir, menjaga sumber daya alam dan lingkungan hidup harus menjadi prioritas utama, di mana kasus di Sumatera menjadi pelajaran paling berharga.












