Namun untungnya, imbuh dia, bank sentral Tiongkok masih menyimpan cadangan devisa yang terbesar di dunia. Dengan begitu diprediksi akan mampu memengaruhi kondisi pasar keuangan di negaranya.
“Cadev bank sentral Tiongkok mencapai USD 3 triliun. Angka sebesar itu akan mampu menopang pertumbuhan eko mereka,” kata dia.
Soal BI Rate sendiri, kata dia, kemungkinan besar BI Rate akan diturunkan menjadi 7 persen. Dan penurunan pertama akan terjadi di kuartal pertama 2016.
Namun yang perlu diantisipasi tahun depan adalah laju inflasi yang bisa saja meninggi karena akan ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
“Kuartal pertama tahun depan ada ruang. Karena perekonomian nasional sudah mulai membaik ditopang beberapa proyek pemerintah yang merupakan government spending sudah mulai jalan,” terang dia. (TMY)













